Tag

, , , , , , ,

A.PENGERTIAN

Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain,
menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993). Menurut Townsend, M.C
(1998) Menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seseorang menemukan
kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain. Sedangkan
menurut Depkes RI (1989) Penarikan diri atau withdrawal merupakan suatu tindakan
melepaskan diri baik perhatian ataupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara
langsung yang dapat bersifat sementara atau menetap. Jadi menarik diri adalah
keadaan dimana seseorang menemukan kesulitan dalam membina hubungan dan
menghindari interaksi dengan orang lain secara langsung yang dapat bersifat
sementara atau menetap.

B. RENTANG RESPON
1.Menyendiri (solitude) merupakan respon yang dibutuhkan seseorang untuk
merenungkan apa yang telah dilakukan di lingkungan sosialnya dan suatu cara
mengevaluasi diri untuk menentukan langkah selanjutnya.

2.Otonomi merupakan kemampuan individu untuk menentukan dan menyampaikan
ide-ide pikiran, perasaan dalam hubungan sosial.

3.Bekerjasama (mutualisme) adalah suatu kondisi dalam hubungan interpersonal
dimana individu tersebut mampu untuk saling memberi dan menerima.

4.Saling tergantung (interdependen) adalah suatu kondisi saling tergantung
antara individu dengan orang lain dalam membina hubungan interpersonal.

5.Menarik diri merupakan suatu keadaan dimana seseoramg menemukan kesulitan
dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain.

6.Tergantung (dependen) terjadi bila seseorang gagal mengambangkan rasa percaya
diri atau kemampuannya untuk berfungsi secara sukses.

7.Manipulasi merupakan gangguan hubungan sosial yang terdapat pada individu
yang menganggap orang lain sebagai objek. Individu tersebut tidak dapat membina
hubungan sosial secara mendalam.

8.Curiga terjadi bila seseorang gagal mengembangkan rasa percaya dengan orang
lain. Kecurigaan dan ketidakpercayaan diperlihatkan dengan tanda-tanda cembru,
iri hati, dan berhati-hati. Perasaan induvidu ditandai dengan humor yang
kurang, dan individu merasa bangga dengan sikapnya yang dingin dan tanpa emosi.

C.PENYEBAB

Penyebab dari menarik diri adalah harga diri rendah yaitu perasaan negatif
terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai
keinginan, yang ditandai dengan adanya perasaan malu terhadap diri sendiri,
rasa bersalah terhadap diri sendiri, gangguan hubungan sosial, merendahkan
martabat, percaya diri kurang, dan juga dapat mencederai diri (Carpenito,L.J,1998:352)

Faktor predisposisi

Beberapa faktor predisosisi (pendukung) terjadi gangguan hubungan sosial yaitu
:

1.Faktor perkembangan

Kemampuan membina hubungan yang sehat tergantung dari pengalaman selama proses
tumbuh kembang. Setiap tahap tumbuh kembang memiliki tugas yang harus dilalui
individu dengan sukses, karena apabila tugas perkembangan ini tidak dapat
dipenuhi akan menghambat masa perkembangan selanjutnya. Kurangnya stimulasi,
kasih sayang, perhatian, dan kehangatan dari orang tua/pengasuh akan memberikan
rasa tidak aman yang dapat menghambat terbentuknya rasa tidak percaya.

2.Faktor biologis

Genetik merupakan salah satu faktor pendukung gangguan jiwa. Kelainan struktur
otak, seperti atropi, pembesaran ventrikel, penurunan berat dan volume otak
serta perubahan limbik diduga dapat menyebabkan skizofrenia.

3.Faktor sosial budaya

Faktor sosial budaya dapat menjadi faktor pendukung terjadinya gangguan dalam
membina hubungan dengan orang lain, misalnya anggota keluarga yang tidak
produktif diasingkan dari orang lain (lingkungan sosialnya).

Stressor Presipitasi

1.Stressor sosial budaya

Stressor sosial budaya dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam membina
hubungan dengan orang lain, misalnya anggota keluarga yang labil, yang dirawat
di rumah sakit.

2.Stressor psikologis

Tingkat kecemasan yang berat akan menyebabkan menurunnya kemampuan individu
untuk berhubungan dengan orang lain. Intensitas kecemasan yang ekstrim dan
memanjang disertai terbatasnya kemampuan individu untuk mengatasi masalah
diyakini akan menimbulkan berbagai masalah gangguan berhubungan (menarik diri).

D.PROSES TERJADINYA MASALAH

Pada mulanya klien merasa dirinya tidak berharga lagi sehingga merasa tidak
aman dalam berhubungan dengan orang lain. Biasanya klien berasal dari
lingkungan yang penuh permasalahan, ketegangan, kecemasan dimana tidak mungkin
mengembangkan kehangatan emosional dalam hubungan yang positif dengan orang
lain yang menimbulkan rasa aman.

Dunia merupakan alam yang tidak menyenangkan, sebagai usaha untuk melindungi
diri, klien menjadi pasif dan kepribadiannya semakin kaku (rigid). Klien
semakin tidak dapat melibatkan diri dalam situasi yang baru. Ia berusaha
mendapatkan rasa aman tetapi hidup itu sendiri begitu menyakitkan dan
menyulitkan sehingga rasa aman itu tidak tercapai. Hal ini menyebabkan ia
mengembangkan rasionalisasi dan mengaburkan realitas daripada mencari penyebab
kesulitan serta menyesuaikan diri dengan kenyataan.

Konflik antara kesuksesan dan perjuangan untuk meraih kesuksesan itu sendiri
terus berjalan dan penarikan diri dari realitas diikuti penarikan diri dari
keterlibatan secara emosional dengan lingkungannya yang menimbulkan kesulitan.
Semakin klien menjauhi kenyataan semakin kesulitan yang timbul dalam
mengembangkan hubungan dengan orang lain.

E.TANDA DAN GEJALA

1.Kurang spontan

2.Apatis (acuh tak acuh terhadap lingkungan)

3.Ekspresi wajah kurang berseri (ekspresi sedih)

4.Afek tumpul

5.Tidak merawat dan memperhatikan kebersihan diri

6.Komunikasi verbal menurun atau tidak ada. Klien tidak bercakap-cakap dengan
klien lain/perawat

7.Mengisolasi diri (menyendiri).

8.Tidak atau kurang sadar dengan lingkungan sekitarnya.

9.Pemasukan makan dan minuman terganggu

10.Retensi urin dan feses.

11.Aktivitas menurun.

12.Kurang energi

13.Harga diri rendah.

14.Posisi janin pada saat tidur

15.Menolak berhubungan dengan orang lain.

F.POHON MASALAH

Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi …..

Menarik Diri

Gangguan konsep diri: harga diri rendah

G.MASALAH KEPERAWATAN

1.Resiko perubahan sensori persepsi : Halusinasi

Data obyektif :

Berbicara dan tertawa sendiri, tersenyum, bersikap seperti mendengar/melihat
sesuatu, berhenti bicara ditengah kalimat untuk mendengarkan
sesuatudisorientasi, menggerakkan bibir tanpa suara, diam dan asyik sendiri.

Data subyektif :

Mendengar suara bunyi yang tidak berhubungan dengan stimulus nyata, melihat
gambaran tanpa ada stimulus yang nyata, mencium bau tanpa stimulus, takut pada
suara/bunyi/gambaran yang didengar, ingin memukul/melempar barang barang

2.Isolasi sosial: menarik diri

Data obyektif :

Apatis, ekpresi sedih, afek tumpul, menyendiri, berdiam diri dikamar, banyak
diam, kontak mata kurang (menunduk), menolak berhubungan dengan orang lain,
perawatan diri kurang, posisi menekur.

Data subyektif :

Sukar didapat jika klien menolak komunikasi, kadang hanya dijawab dengan
singkat, ya atau tidak.

3.Harga diri rendah

Data obyektif :

Klien tampak lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif
tindakan, ingin mencederai diri.

Data subyektif :

Klien mengatakan : saya tidak bisa, tidak mampu, bodoh/tidak tahu apa -apa,
mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri.

H.DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Resiko perubahan persepsi sensori: halusinasi …. berhubungan dengan menarik
diri.

2.Isolasi sosial: menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah.

I.RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Diagnosa 1

Tujuan Umum :

Klien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasi

Tujuan Khusus :

a. Klien dapat membina hubungan saling percaya

Rasional : Hubungan saling percaya merupakan landasan utama untuk hubungan
selanjutnya.

Tindakan:

1). Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi
terapeutik dengan cara :

a)Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.

b)Perkenalkan diri dengan sopan.

c)Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai.

d)Jelaskan tujuan pertemuan.

e)Jujur dan menepati janji.

f)Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.

g)Berikan perhatian kepada klien dan perhatian kebutuhan dasar klien.

b. Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri

Rasional : Memberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya dapat membantu
mengurangi stres dan penyebab perasaaan menarik diri.

Tindakan :

1).Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tandanya.

2).Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik
diri atau mau bergaul.

3).Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri, tanda-tanda serta
penyebab yang muncul.

4).Berikan pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya

c. Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain dan
kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.

Rasional : Untuk mengetahui keuntungan dari bergaul dengan orang lain,

untuk mengetahui akibat yang dirasakan setelah menarik diri.

Tindakan :

1) Kaji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan berhubungan dengan
orang lain.

a)Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan tentang keuntungan
berhubungan dengan orang lain.

b)Diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubungan dengan orang lain.

c)Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang
keuntungan berhubungan dengan orang lain.

2) Kaji pengetahuan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang
lain.

a)Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan dengan orang lain.

b)Biskusikan bersama klien tentang kerugian tidak berhubungan dengan orang
lain.

c)Beri reinforcement positif terhadap kemampuan mengungkapkan perasaan tentang
kerugian tidak berhubungan dengan orang lain.

d. Klien dapat melaksanakan hubungan sosial.

Rasional :Mengeksplorasi perasaan klien terhadap perilaku menarik diri yang
biasa dilakukan. Untuk mengetahui perilaku menarik diri yang dilakukan dan
dengan bantuan perawat bisa membedakan perilaku konstruktif dan destruktif.

Tindakan :

1) Kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain.

2)Dorong dan bantu kien untuk berhubungan dengan orang lain melalui tahap :

a)K – P

b)K – P – P lain

c)K – P – P lain – K lain

d)K – Kel/Klp/Masyarakat

3) Beri reinforcement positif terhadap keberhasilan yang telah dicapai.

4) Bantu klien untuk mengevaluasi manfaat berhubungan.

5) Diskusikan jadwal harian yang dilakukan bersama klien dalam mengisi waktu.

6) Motivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan.

7) Beri reinforcement positif atas kegiatan klien dalam kegiatan ruangan.

e. Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain.

Rasional : Dapat membantu klien dalam menemukan cara yang dapat menyelesaikan
masalah.

Tindakan :

1)Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang
lain.

2)Diskusikan dengan klien tentang perasaan masnfaat berhubungan dengan orang
lain.

3)Beri reinforcement positif atas kemampuan klien mengungkapkan perasaan
manfaat berhubungan dengan orang lain.

f. Klien dapat memberdayakan sistem pendukung atau keluarga.

Rasional : memberikan penanganan bantuan terapi melalui pengumpulan data yang
lengkap dan akurat kondisi fisik dan non fisik klien serta keadaan perilaku dan
sikap keluarganya.

Tindakan :

1). Bina hubungan saling percaya dengan keluarga :

a)Salam, perkenalan diri.

b)Jelaskan tujuan.

c)Buat kontrak.

d)Eksplorasi perasaan klien.

2). Diskusikan dengan anggota keluarga tentang :

a)Perilaku menarik diri.

b)Penyebab perilaku menarik diri.

c)Akibat yang terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi.

d)Cara keluarga menghadapi klien menarik diri.

3). Dorong anggota keluarga untuk memberikan dukungan kepada klien untuk
berkomunikasi dengan orang lain.

4). Anjurkan anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjenguk klien
minimal satu kali seminggu.

5). Beri reinforcement positif positif atas hal-hal yang telah dicapai oleh
keluarga.

Diagnosa 2

Tujuan umum :

Klien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal tanpa merasa rendah
diri

Tujuan khusus :

a. Klien dapat membina hubungan saling percaya

Rasional : Hubungan saling percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan
interaksi selanjutnya

Tindakan :

1). Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi
terapeutik :

a)sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal

b)Perkenalkan diri dengan sopan

c)Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien

d)Jelaskan tujuan pertemuan

e)Jujur dan menepati janji

f)Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya

g)Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien.

2). Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

Rasional : Diskusikan tingkat kemampuan klien seperti menilai realitas, kontrol
diri atau integritas ego ini diperlakukan sebagai dasar asuhan keperawatannya.
Reinforcement positif akan meningkatkan harga diri klien. Pujian yang realistik
tidak menyebabkan klien melakukan kegiatan hanya karena ingin mendapatkan
pujian.

Tindakan:

a)Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien.

b)Setiap bertemu klien hindarkan dari memberi penilaian negatif.

c)Utamakan memberikan pujian yang realistik.

3. Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan.

Rasional : Keterbukaan dan pengertian tentang kemampuan yang dimiliki adalah
prasyarat untuk berubah. Pengertian tentang kemampuan yang dimiliki diri
memotivasi untuk tetap mempertahankan penggunaannya.

Tindakan:

a)Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih dapat digunakan selama sakit.

b)Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya.

4. Klien dapat (menetapkan) merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki.

Rasional : Membentuk individu yang bertanggung jawab terhadap dirinya
sendiri.Klien perlu bertindak secara realistis dalam kehidupannya. Contoh peran
yang dilihat klien akan memotivasi klien untuk melaksanakan kegiatan.

Tindakan:

a)Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai
kemampuan.

b)Kegiatan mandiri.

c)Kegiatan dengan bantuan sebagian.

d)Kegiatan yang membutuhkan bantuan total.

Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.

Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.

5. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya.

Rasional : Memberikan kesempatan kepada klien mandiri dapat meningkatkan
motivasi dan harga diri klien. Reinforcement positif dapat meningkatkan harga
diri klien. Memberikan kesempatan kepada klien ntk tetap melakukan kegiatan
yang bisa dilakukan.

Tindakan:

a) Beri kesempatan pada klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan.

b)Beri pujian atas keberhasilan klien.

c)Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah.

6. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada.

Rasional: Mendorong keluarga untuk mampu merawat klien mandiri di rumah.
Support sistem keluarga akan sangat berpengaruh dalam mempercepat proses
penyembuhan klien. Meningkatkan peran serta keluarga dalam merawat klien di
rumah.

Tindakan:

a)Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan
harga diri rendah.

b)Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat.

c)Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.