Ya Allah, Hamba tahu betapa jauhnya langit dengan bumi, betapa mustahilnya setetes minyak untuk disatukan dengan setetes air. Namun setetes embun pagi mampu memberikan kesejukan direlung hati yang selalu mengharap dekapan kasih sayang dan cinta sejati yang datang dari cahaya suci lagi mampu menerangi jiwa nan gelap gulita.

Beribupun karunia yang menumpuk dalam kefanaan hidupku takkan pernah memberi kekuatan pada setumpuk tulang dan daging yang telah jauh dari kesucian lagi kebenaran beradap. Dosa yang telah menumpuk pada pundak kanan maupun kiri, mengalir seilir dengan darah yang mulai mengeruh menjadi hitam dengan larutan dosa yang telah bersatu dan menjadi kerak dalam hati serta memberikan segudang penyakit yang tak mampu kami sembuhkan dengan berjuta kemampuan kami yang selalu mejadi batas dalam penyembuhan jiwa kami. Mungkinkah dengan hembusan nafas sayap malaikat mampu memberikan kesucian dalam hari nan senantiasa mempertemukan hamba dengan kuasa ilahi Rabbi yang agung.

Ya Allah, Sesembahanku yang maha Agung lagi bijaksana yang senantiasa mengatur tatanan kehidupan dengan maha

adilnya dan memberikan maha kasih dan maha sayang-Nya kepada sang pecinta yang terlapang kesepian dalam kehampaan yang terbuai dalam Qalbu dan mengharap ridha sang hyang maha mencinta.

Tiadalah mungkin engkau sudi menemui hamba yang maha pendosa dan maha penghianat akan kekuasaan yang engkau nampakkan dimata kami yang buta dan selalu tidak menghiraukan akan kebesaran yang kau buktikan dengan maha dasyatnya ciptaan yang tampak maupun tak tampak.

Namun apakah kealpaan diri ini menjadi pembatas pintu taubatku dengan segala yang telah aku perbuat. Pengkhianatanku, pendustaanku dan segala dosa-dosa yang telah kuperbuat dengan kesengajaan dan kesadaran otak.

Ya Allah,

Temuilah hambamu yang duduk bersujud diatas kain putih suci dan bersih ini sebagaimana tuntunan nabi yang telah kau utus untuk membenarkan jalan hamba yang akan selalu mengarahkan tubuh kepada kemaksiatan.

Temuai aku dalam rinduku wahai Tuhanku, Tuhan seluruh alam…..