diperjalanan dilemaku ,sanubari pancaran kesetiaan mewarnai jalannya cerita tak terungkap.

angin seakan menarikku untuk mengikuti jalannya jingga , emm kemana jingga pergi?

mengapa angin begitu dekatnya denganmu jingga?

sehingga angin memprovokasi aku untuk selalu dan selalu menatap disaat jingga tenggelam sejenak dengan senjanya..

begitulah,awal pencariaan arti kehidupan yang kutemui lewat kata2 indah dengan hadirnya senja jinggaku..

di awal perjalananku menuju kepekaan dengan alam,membuatku sedikit menyadari,

bahwa memang ternyata ku tak selalu sendiri….

sendiri menjalani durasi kehidupan…

sendiri menjalani jiwa2 yang kosong…

dan sendiri menerobos setapak jalan bebatuan…

dan ternyata alam…

alam yang mengajakku berbicara kerinduan,

alam yang mengajakku berbicara tentang senyum,

dan alam yang mengajakku bercerita tentang kedukaan…

dan maafkan aku,jika ku terlanjur salah mengartikan semuanya,

setidaknya, ku menyadari sekarang..