Keramahan senja disore hari…

Sinar jingganya yang menyeluruh sinari alam..

Membuatku terkesan menyapanya..

“aku sudah menangis….

“aku sudah tertawa….

Aku tetap indah…

Hemmm…

Senandung lirih yang getarkan jiwaku…

“Apakah sampai disini perjuangan aku tentang mendapatkan kebahagiaan?

“apakah aku tidak ingin mewujudkan mimpi dengan cintaku?

(berbicara sendiri aku dalam hati..)

Padahal fikirku juga menumpuk tentang segala rasa yang ada..

“akankah aku lebih buruk,dari yang sekarang, jika aku tak berjuang dengan dirimu, cintaku?

Setidaknya ku berusaha berlari mengejar sedikit kebahagiaan untuk bekal di masa

Tua bersama cintaku..

Senjaku…

Elok wajahmu hari ini tak pernah ku lupa tentang wewangianmu yang tak berkurang..

Sinar jinggamu indah dalam pandangan alam serta keteduhanmu untuk alam..

Ku ingin senjaku memelukku..

Sebagai munajadku terhadap sang pencipta..

Ku ingin mencium wewangianmu ..

Senjaku..

Sebagai rasa teduhku akan serpihan serpihan luka serta beban fikir yang tak pernah ada habisnya..

Jantung ini seakan berhenti..

Melihat serta merasakan pilunya fikirku,pilunya airmataku, serta resahnya hatiku akan keramaian dunia..

Hmmm..

Manakala hati ini tak dapat merasakan apa yang kau rasakan..

Jangan marah…

Bila pula langkahku  kian lambat ,tak mampu lagi ku capai gandengan tanganku denganmu..

Ku mohon jangan lekas bergeming,,

Dan bila ku tak mampu berbicara dengan nafasku..

Jangan pula dirimu menangis,,

Semua itu ada sentuhan masa yang kita tak tau kapan akhirnya,,

Biarlah kita lalui ini,,tanpa ada rasa takut yang tak ada penawarnya.. cepat lambat itu kan tiba saatnya,,,

Senjaku,,

Bisakah kita berbicara berdua?

Bisakah kita menyanyi  berdua?

Ku ingin itu..

Senjaku..

Bisakah kita menangis bersama?

Bisakah kita tertawa lepas berdua?

Ku ingin denganmu..