Merupakan penumpukan cairan ekstra selular yang berlebihan dalam jaringan.

Transudat : massa jenis < 1,020

Eksudat     : massa jenis > 1,020

–          Penyebab edema

  1. Peningkatan dan tekanan vena: cairan keluar dari pembuluh darah ke ruang ekstraselular.
    1. Sistemik:

Kegagalan jantung

    1. Lokal:

Obstruksi mekanik terhadap drainase

Contoh: uterus gravid menekan vena

  1. Penurunan tekanan osmotik darah

Edema: jika protein plasma menurun < 40 gr/l.

Penyebab penurunan protein:

    1. Asupan yang tidak cukup

Contoh: edema kelaparan, sindroma malabso

    1. Haluaran yang berlebihan

Contoh:

–          Penyakit ginjal dengan albuminuria: sindroma nefrotik

–          Keluarnya protein pada luka bakar berat

    1. Produksi yang kurang

Contoh: penyakit hepar berat dengan defisiensi sintesis proteion.

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler

Menyebabkan kelebihan cairan dan protein plasma untuk masuk ke dalam jaringan.

    1. Sistemik:

Produk bakterial dan bahan kimia ß anaksia yang berkaitan dengan kegagalan jantung.

    1. Lokal:

Cedera setempat dari pembuluh darah oleh luka bakar, bahan kimia dan infeksi.

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular

Kelebihan ion natrium dalam cairan ekstraselular menahan air à edema

Penyebab:

  1. Kegagalan jantung
  2. Kegagalan ginjal
  3. Asupan diet natrium yang berlebihan
  4. Obstruksi limfatik

Mencegah drainase cairan jaringan, jika menetap à limfedema. Jika berat à elefantiasis.

Penyebab:

  1. Kongenintal
  2. Parasitik: infeksi filaria
  3. Pembentukan parut: fibrosis setelah infeksi: limfogranuloma venerium
  4. Pembedahan: setelah pengeluaran limfenodul inguinal atau aksilar. Contoh: pada karsinoma payudara
  5. Keganasan: blokade oleh sel tumor

–          Tipe Klinik

2 tipe paling sering dari edema generalisata adalah:

  1. Edema jantung

Faktor utama:

  1. Peningkatan tekanan hidrostatik dalam vena
  2. Anoksia stagnasi dengan peningkatan permeabilitas vaskular
  3. Retensi ion natrium dengan peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular
  4. Edema ginjal

Faktor yang terlibat:

  1. Penurunan protein plasma à menurunkan tekanan osmotik plasma (oleh karena albumenuria)

Contoh: sindroma nefrotik

  1. Peningkatan tekanan osmotik cairan ekstraselular, disebabkan gangguan elektrolit.

Contoh: kegagalan ginjal akut

  1. Peningkatan permeabilitas kapiler

Merupakan suatu faktor pada edema glomerulonefritis akut

  1. Tumpang tindih dengan edema jantung

Kegagalan jantung yang berkaitan dengan hipertensi sebagai akibat sekunder penyakit ginjal.

Efek edema:

Edema serebral à peningkatan tekanan intraranial, koma, bahkan kematian.

Edema paru à pergeseran udara oleh cairan dalam alveoli à menghambat pertukaran gas dispnu dan sianosis.