• Definisi

Suatu daerah nekrosis iskemik yang timbul oleh kurangnya pasokan darah, biasanya oleh embolisme atau trombosit.

  • Faktor-faktor predisposisi

Daerah dengan sirkulasi kolateral yang tidak cukup setelah blokade pembuluh darah = daerah/jaringan dengan “end arteri”

  • Tipe
  1. Aseptik
  2. Septik

Keduanya dapat :

  1. Anemia atau pucat

Contoh: ginjal, lien, jantung, otak

  1. Hemoragik atau merah

Contoh: paru, usus

  • Nasib dari infark

–          Sangat kecil à perlunakan à absorpsi

–          Biasanya: pengangkatan fagositik dari jaringan mati à organisasi daerah ini dengan perbaikan jaringan à parut pucat.

  • Perubahan organ
  1. Infark ginjal

Terutama korteks. Bentuk baji, pusat, tidak terdapat nyeri.

  1. Infark lien

Biasanya pucat, melibatkan kapsul. Ada nyeri, eksudat fibrinosa, sering perlunakan karena autolisis.

  1. Infark jantung

Daerah kuning pucat dari otot yang lunak

  1. Infark hepar

Terjadi jika terdapat gangguan pasokan darah oleh predisposisi, contoh tumor, dapat merah atau anemia.

  1. Infark paru

Merupakan tempat infark yang paling sering. Gambaran merah klasik, bentuk piramidal, keterlibatan pleura à nyeri.

  1. Infark usus

Dapat oleh sumbatan vena (torsi, volvulus, strangulasi) atau sumbatan arterial (trombus, embdus). Termasuk tipe hemoragik.

  1. Infark SSP

Patologi primer dari banyak kasus hemiplegia, sangat sering terjadi.

  1. Perlunakan otak

Sebab :

–          Sumbatan arteri serebral oleh trombosis/embolisme

–          Iskemia yang dikarenakan sumbatan pembuluh karotis/vertebralis di leher.

Akibat dari keduanya adalah à nekrosis kolikuatif (sebagai perlunakan otak).

  1. Medula spinalis

Terjadi perubahan yang serupa

  1. Infark septik

Sebab :

  1. Embolus yang terinfeksi
  2. Infeksi sekunder dari infark yang menetap

Makroskopis : pencairan daerah nekrotik dan pembentukan abses