Kongesti atau hiperemia adalah peningkatan jumlah darah dalam jaringan

–          Kongesti aktif

Merupakan dilatasi arterial dan kapiler

Terjadi pada latihan dan pada peradangan.

–          Kongesti venosa pasif

Merupakan stasis vena

Dapat akut atau kronik, setempat atau U.

  1. Kongesti venosa akut pasif

Organ/jaringan merah tua, berisi penuh dengan darah.

  1. Setempat:

Karena abstruksi mendadak dari aliran balik vena (venous return)

Contoh: trombosis vena

  1. Umum:

Kegagalan jantung akut

Asfiksia

  1. Kongesti venosa kronik pasif
    1. Setempat:

Disebabkan obstruksi vena yang lama dengan atau tanpa trombosis. Terjadi karena pembesaran lomfonodul, tumor, massa lain yang menekan vena.

 

  1. Umum:

Pada kegagalan jantung kronik.

–          Perubahan organ pada kongesti venosa pasif:

Kongesti ringan à hiperemia

Lebih berat atau lama à anoksia jariangan à degenerasi parenkimal

  1. Paru

Pada kegagalan jantung kiri kronik dan obstruksi mitral. Paru: padat, coklat dan fibrosa.

  1. Hepar

Pada kegagalan jantung kanan

  1. Dini: kongesti berat pada hepar
  2. Kemudian: kerusakan sel hepar
  3. Lanjut: nekrosis dan fibrosis
  4. Lien

Dini : sedikit membesar

Selanjutnya: membesar secara makroskopis disertai fibrosis

  1. Ginjal

Agak membesar, merah tua

Mikroskopis; glomeruli sangat membengkak

  1. Organ lain

Usus, lambung dan visera lain: pembengkakan dan darah.

Anggota gerak: khususnya tungkak mengandung darah berlebihan, sering dan edema.

–          Akibat kongesti vena yang lama

  1. Pembesaran akibat pembengkakan
  2. Anoksia stragnasi dengan degenerasi sel parenkimal dan peningkatan fibrosis
  3. Edema